MEMBACA ADALAH JENDELA DUNIA

Master Of Tutorial

Cari

Home » » Arti, Keutamaan Dan Hikmah Ucapan Shalawat + Salam Buat Rasulullah SAW.

Arti, Keutamaan Dan Hikmah Ucapan Shalawat + Salam Buat Rasulullah SAW.

 بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Shalawat Nabi
Allahumma Shalli 'Ala Muhammad.
Shalawat adalah bentuk jamak dari kata shalla atau shalat yang berarti: doa, keberkahan, kemuliaan, kesejahteraan, dan ibadah. Salam: Artinya keselamatan dari segala kekurangan dan bahaya, karena dengan merangkaikan salam itu dengan sholawat maka kitapun mendapatkan apa yang kita inginkan dan terhapuslah apa yang kita takutkan. Jadi dengan salam maka apa yang kita takutkan menjadi hilang dan bersih dari kekurangan dan dengan sholawat maka apa yang kita inginkan menjadi terpenuhi dan lebih sempurna

Redaksi Kalimah Shalawat

Ada beberapa riwayat shahih yang datang dari Rasulullah Saw. tentang tata cara bershalawat kepada beliau (lihat kitab Shifat Shalat an-Nabi karya asy-Syaikh al-Albani, hlm. 164—167). Di antaranya adalah:
  • Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 3370) dan Muslim (no. 406) dari Ka’b bin Ujrah r.a.. Ia berkata, “Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam keluar menuju kami lalu kami pun berkata, ‘Kami telah mengetahui cara mengucapkan salam kepadamu, lalu bagaimana cara kami bershalawat kepadamu?’ Beliau menjawab, “Ucapkanlah:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
  • Diriwayatkan juga oleh Muslim (no. 405) dari hadits Abu Mas’ud r.a.. Ia berkata, “Rasulullah saw. datang kepada kami dan kami bersama Sa’d bin ‘Ubadah. Lalu Basyir bin Sa’d berkata kepada beliau, ‘Allah Subhaanahu Wa Ta’ala memerintahkan kami bershalawat kepadamu, wahai Rasulullah. Lalu bagaimana cara kami bershalawat kepadamu?’ Rasulullah  Shallallaahu ‘alaihi wasallam pun diam sehingga kami berangan-angan seandainya dia tidak menanyakannya. Lalu beliau bersabda, ‘Ucapkanlah:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Arti Shalawat Dan Salam Untuk Nabi

إنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”(Q.S. Al-Ahzab: 56)
  • Berkata Bukhari: "Kata Abul 'Aliyah: Shalawat Allah terhadap Nabi, maksudnya ialah pujian dan sanjungan-Nya terhadapnya di depan Malaikat. Sedang shalawat dari Malaikat berarti doa mereka. 
  • Abu 'Isa Turmudzi: "Diriwayatkan dari Sufyan Tsauri dan beberapa orang ahli: Shalawat Allah itu berarti rahmat, sedang shalawat dari Malaikat berarti permohonan ampun."
  • Ibnu Kutseir: "Maksud ayat tersebut ialah bahwa Allah swt. menyatakan kepada hamba-hamba-Nya kedudukan Nabi-Nya di lingkungan makhluk, cabang atas bahwa ia disanjung oleh Malaikat-Malaikat Muqarrabin dan dimohonkan keampunan oleh mereka, kemudian Allah menitahkan makhluk-makhluk di alam bawah agar juga mengucapkan shalawat dan salam buatnya, hingga dengan demikian akan bertumpuklah puji-pujian dari dua lingkungan sekaligus yakni alam tingkat atas dan alam tingkat bawah.

Hadits Keutamaan Mengucap Shalawat Dan Salam.

  1. Diriwayatkan oleh Muslim dari Abdullah bin Amar bin Ash r.a. bahwa ia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرً (Barangsiapa memberi shalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan mengucapkan shalawat kepadanya sepuluh kali)."
  2. Diriwayatkan oleh Turmudzi dari Ibnu Mas'ud r.a., bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Manusia yang lebih utama di sisiku ialah yang terbanyak mengucapkan salam kepadaku." (Menurut Turmudzi hadits ini hasan). Maksudnya dapat syafa'at daripadanya, dan kedudukannya lebih dekat kepada Nabi saw.
  3. Diriwayatkan oleh Abu Daud dengan isnad yang sah dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw.bersabda: "
    Artinya: "Saya mendengar Nabi Saw. Bersabda janganlah kamu menjadikan rumah-rumahmu sebagai kuburan, dan janganlah kamu menjadikan kuburanku sebagai per-sidangan hari raya. Bershalawatlah kepadaku, karena shalawatmu sampai kepadaku dimana saja kamu berada." (HR. Al-Nasâ'i, Abû Dâud dan dishahihkan oleh Al-Nawâwî).
  4. Diriwayatkan oleh Abu Daud dan Nasa'i dari Aus r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Sesungguhnya harimu yang paling utama ialah hari Jum'aat, maka perbanyaklah shalwat padaku di hari itu, karena ucapan shalawatmu itu akan dihadapkan kepadaku!" Tanya mereka: "Ya Rasulullah, betapa caranya shalawat kami dihadapkan kepada Anda, padahal jasad Anda telah hancur?" Ujar Nabi saw.: "Sesunggunya Allah telah melarang bumi buat menghancurkan jasad para Nabi."
  5. Dalam Sunan Abu Daud ada riwayat dari Abu Hurairah r.a. dengan isnad yang sah bahwa Rasulullah saw. bersabda: "مَا مِنْ أَحَدٍ يُسَلِّمُ عَلَيَّ إِلاَّ رَدَّ اللهُ عَلَيَّ رُوْحِيَ حَتَّى أَرُدَّ عَلَيْهِ Setiap orang Islam memberi salam kepadaku, mak Allah akan mengembalikan roh kepada tubuhku, hingga aku dapat membalas salamnya itu."
  6. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abu Thalhah Anshari, katanya: " عَنْ عَبْدِاللهِ بْنِ اَبِىْ طَلْحَةَ: عَنْ اَبِيْهِ رَّضِىَ اللهُ عَنْهُ اَنَّ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَاءَذَاتَ يَوْمٍ، وَالْبُشْرٰى فِىْ وَجْهِهِ، فَقُلْنَا: اِنَّالَنَرَى الْبُشْرٰى فِىْ وَجْهِكَ، فَقَالَ: اِنَّهُ اَتَانِى الْمَلَكُ، فَقَالَ: يَامُحَمَّدُ، اَمَايُرْضِيْكَ اَنَّهُ لاَيُصَلِّى عَلَيْكَ اَحَدٌ اِلاَصَلَّيْتُ عَلَيْهِ عَشْرًا، وَلاَ يُسَلِّمُ عَلَيْكَ اَحَدٌ، اِلاَسَلَّمْتُ عَلَيْهِ عَشْرًا  Pada suatu pagi Rasulullah saw. kelihatan merasa puas dan tanda-tanda kegembiraan terlukis pada wajahnya. Maka para sahabat berkata: 'Ya Rasulullah, pada hari ini Anda kelihatan senang sekali dan tampak kegembiraan pada wajah Anda'! Ujar Nabi: "Memang! Semalam ada yang datang kepadaku dari Tuhanku, katanya: 'Barangsiapa di antara umatmu memberi satu shalawat kepadamu, maka Allah akan mencatatkan baginya sepuluh kebaikan dan menghapus darinya sepuluh kejahatan serta meninggikan derajatnya sepuluh tingkat, dan menjawab shalawatnya itu pula'." (Menurut Ibnu Kutseir isnad hadits ini boleh diterima).
  7. Diterima dari Abu Hurairah r.a. bahwa Nabi saw. bersabda: "من سره أن يكتالَ بالمكيالِ الأوفى إذا صلَّى علينا أهل البيت فليقل: اللهم صلِّ على محمدٍ النبيِّ الأمي وأزواجه أمهات المؤمنين وذريته وأهل بيته، كما صليت على آل إبراهيم؛ إنك حميدٌ مجيدٌ". Siapa yang suka timbngan kebaikannya mendapat ganjaran yang penuh - bila ia mengucapkan shalawat kepada kami Ahlu-bait - maka hendaklah diucapkannya: 'Allahumma shalli 'ala Muhammadinin Nabiyyi wa-azwajihi ummahatil mukminina wa dzurriyatihi wa-ahli baitihi kama shallaita 'ala ali Ibrahima innaka hamidum majid'.(Ya Allah, berilah shalawat kepada Muhammad yang menjadi nabi  itu dan kepada isteri-isterinya, ibu-ibu kaum Mukminin, beegitupun kepada anak-cucu dan kaum keluarganya, sebagaimana telah Engkau berikan kepada keluarga Ibrahim, sungguh Engkau Maha Terpuji lagi Mahamulia)," (Riwayat Abu Daud dan Nasa'i).
  8. Diterima dari Ubai bin Ka'ab r.a., katanya: "Jika telah lewat dua pertiga malam, Rasulullah saw.pun bangun, lalu sabdanya: 'Hai manusia , dzikirlah kepada Allah , dzikirlah kepada Allah! Telah datang tiupan pertama - bunyi nafiri - diiringi tiupan kedua! Telah darang maut dengan segala bawaannya, telah datang maut dengan segala bawaannya'! Lalu saya tanyakan :' يا رسول الله إني أكثر الصلاة عليك فكم أجعل لك من صلاتي ؟ فقال ما شئت قال قلت الربع قال ما شئت فإن زدت فهو خير لك قلت النصف قال ما شئت فإن زدت فهو خير لك قال قلت فالثلثين قال ما شئت فإن زدت فهو خير لك قلت أجعل لك صلاتي كلها قال إذا تكفى همك ويغفر لك ذنبك (Ya Rasulullah, saya sering membaca shalawat bagi Anda. Maka berapa bagiankah saya pergunakan waktuku untuk shalawat itu ? Ujar Nabi: 'Berapa sukamu'! 'Bagaimana kalau seperempatnya'? Ujarnya: 'Berapa sukamu, jika lebih, maka lebih baik'! Tanyaku: 'Bagaimana kalau separonya'? Ujarnya: 'Jika kamu suka, tetapi bila kamu lebihi, maka lebih baik lagi'! 'Bagaimana kalu du pertiganya'? tanyaku pula. 'Terserah padamu dan jika kamu tambahkan, adalah lebih baik lagi'! Kataku akhirnya: 'Akan kugunakan seluruh waktuku yang tersedia itu buat membaca shalawat untuk Anda!" Kalau demikian', ujar Nabi pula, 'itu akan dapat menghilangkan kesusah dan dosamu akan diampuni karenanya')!" (Riwayat Turmudzi).
                      ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ                          “Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Semoga bermanfaat.
Sumber: Fikih Sunnah 4, Sayyid Saabiq, telah diedit untuk keselarasan.
sumber : www.jadipintar.com 

0 komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih atas saran & kritiknya !!

Luas Lingkaran

MENGHITUNG LUAS LINGKARAN

Nilai jari-jari   = 

Terbaru

Lokasi Master of Tutorial

Anda Pengunjung ke :

Translate

Google+ Badge

Google+ Followers

Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.