IQRO' - BACALAH

Master Of Tutorial

Cari

Home » » Sahur, Imsak dan Berbuka Termasuk Adab dalam Berpuasa

Sahur, Imsak dan Berbuka Termasuk Adab dalam Berpuasa

 بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
animasi minuman
Dengan Yang Manis.
Arti puasa menurut bahasa adalah menahan. Menurut syariat Islam puasa adalah suatu bentuk aktifitas ibadah kepada Allah SWT dengan cara menahan diri dari makan, minum, hawa nafsu, dan hal-hal lain yang dapat membatalkan puasa sejak terbit matahari / fajar / Shubuh hingga matahari terbenam / maghrib dengan berniat terlebih dahulu sebelumnya.

Sewaktu berpuasa disunatkan bagi orang yang berpuasa menjaga adab-adab  dan tata tertib sebagai berikut; 

Makan sahur

Sahur merupakan waktu makan yang sangat penting bagi kelanjutan pertahanan tubuh selama berpuasa. Bila sarapan saja sudah sangat penting, apalagi makan sahur. sesungguhnya barakah dalam sahur dapat diperoleh dari beberapa segi, yaitu:
a. Mengikuti Sunnah Nabi shallallahu alaihi wasallam. 
b. Menyelisihi ahli kitab. 

c. Menambah kemampuan untuk beribadah. 

d. Menambah semangat. 

membangunkan sahur
Tradisi Membangunkan Sahur
e. Mencegah akhlak yang buruk yang timbul karena pengaruh lapar. 

f. Mendorong bersedekah terhadap orang yang meminta pada waktu sahur atau berkumpul bersamanya untuk makan sahur. 
g. Merupakan sebab untuk berdzikir dan berdoa pada waktu mustajab. 
h. Menjumpai niat puasa bagi orang yang lupa niat puasa sebelum tidur.
                Umat Islam telah ijma' menyatakan sunatnya, dan tidak berdosa jika ditinggalkan.
Dari Anas r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda: تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِى السَّحُورِ بَرَكَةً         
"Makan sahurlah kamu, karena makan sahur itu berkah!" (Riwayat Bukhari dan Muslim).
Dari Miqdam bin Madiyakriba, dari Nabi saw.bersabda : "Hendaklah kamu makan sahur, karena itulah makanan yang berkah." (Riwayat Nasa'i dengan sanad yang baik).
Yang menyebabkan berkahnya ialah karena ia menguatkan orang yang berpuasa, menggiatkan dan memudahkannya. Bersahur dianggap tercapai biar dengan makanan banyak atau sedikit, bahkan walau dengan seteguk air. 
Diterima dair Abu Said al-Khudri r.a., bahwa Rasulullah saw. bersabda:
السَّحُوْرُ أَكْلُهُ بَرَكَةٌ فَلاَ تَدَعُوْهُ وَلَوْ أَنْ يَجْرَعَ أَحَدُكُمْ جُرْعَةً مِنْ مَاءٍ، فَإِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ وَالْمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى الْمُتَسَحِّرِيْنَ "Bersahur itu berkah, maka janganlah kamu tingglkan, walau seseorang diantaramu itu akan mereguk air! Karena Allah dan para Malaikat-Nya akan mengucapkan shalawat pada orang-orang yang bersahur. (Riwayat Ahmad).

Waktunya

sahur bersama
Bersahur, Ada Barakah 
Waktu sahur ialah dari pertengahan malam, sampai terbit fajar. Dan disunahkan menta'khirkannya (meng-akhirkan).
Dari Zaid bin Tsabit r.a., katanya: "Kami makan sahur bersama Rasulullah saw. lalu kami berdiri untuk melakukan shalat, saya tanyakan: 'Berapa kira-kira jarak antara keduanya '? Ujar Nabi : 'Lima puluh ayat." (H.R. Bukhari dan Muslim). Dari 'Amar bin Maimun, katanya: "Para sahabat Nabi Muhammad saw. itu adlah orang-orang yang paling segera berbukannya, dan paling terlambat bersahurnya." (Riwayat baihaqi dengan sanad yang sah).

Imsak

ngantuk
Sahur.....................!!!
Seandaianya seseorang ragu mengenai terbitnya fajar, ia boleh makan-minum sampai benar-benar yakin bahwa ia telah terbit, dan tidak beramal berdasarkan keraguan tersebut. Karena Allah 'azza wajalla membatasi makan-minum itu hingga betul-betul nyata dan bukan ragu. Sebagaimana firman-Nya:     
                                                                       وَكُلُواْ وَٱشۡرَبُواْ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ ٱلۡخَيۡطُ ٱلۡأَبۡيَضُ مِنَ ٱلۡخَيۡطِ ٱلۡأَسۡوَدِ مِنَ ٱلۡفَجۡرِ‌ۖ 
"... dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar... "(Q.S. Al-Baqarah: 187).
Pernah seorang laki-laki mengatakan kepada Ibnu Abbas r.a.: "Saya bersahur, dan jika saya ragu makan saya berimsak - menahan diri dari makan-minum- " Maka kata Ibnu Abbas; "Makanlah selama anda masih ragu, sampai akhirnya anda tidak ragu lagi!" Berkata Abu Daud :"Telah berfatwa Abu Abdillah - yakni Ahmad bin Hanbal - :'Jika seseorang ragu tentang terbitnya fajar, ia boleh makan sampai yakin benar-benar terbit'." Ini merupakan madzhab Ibnu Abbas, 'Atha', Auza'i dan ahmad, Dan menururt Nawawi, para  sahabat Syafi'i sepakat bolehnya makan bagi orang yang meragukan terbitnya fajar. Imsak sebenarnya mempunyai arti menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa dari waktu Subuh hingga waktu Maghrib. Dengan kata lain sebelum waktu adzan Subuh dikumandangkan, umat muslim masih diperbolehkan untuk makan dan minum. Tapi tidak boleh lewat dari waktu Subuh. Jadi, ketika Anda bangun untuk makan sahur tapi waktu sudah sangat dekat dengan waktu adzan subuh, dan radio, masjid, serta televisi sudah menyatakan imsak, tidak usah khawatir. Karena sebenarnya Anda masih punya waktu 10 menit lagi untuk makan sahur. Manfaatkanlah waktu itu dengan makan dan minum.

Ta'jil, Menyegerakan Berbuka

kurma dan air
Kurma, Sunnah untuk
Berbuka
Disunahkan bagi orang yang berpuasa menyegerakan berbuka, bila telah nyata  terbenamnya matahari. Diterima dari Sahal bin Sa'ad, bahwa Nabi saw. bersabda:
 لاَ يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ yang artinya " Selalulah manusia itu dalam kebaikan, selama mereka menyegerakan berbuka." (Riwayat Bukhari dan Muslim)
Dan sebaiknya berbuka itu dengan buah kurma, dan jka tidak ada maka dengan air. Diterima dari Anas r.a. katanya: "Rasulullah saw. biasa berbuka dengan beberapa buah kurma basah sebelum shalat, jika tidak ada, maka dengan kurma-kurma kering, dan jika tidak ada pula, maka direguknya beberapa teguk air." (Diriwayatkan oleh Abu Daud, juga oleh Hakim yang menyatakan sahnya serta Turmudzi yang menyatakan hasannya). 
menu buka puasa
Ta'jil, Makanan Buka Puasa
Diterima dari Salman bin 'Amir bahwa Nabi saw. bersabda: "Jika salah seorang diantaramu berpuasa, hendklah ia berbuka dengan kurma, dan jika tidak da maka dengan air, karena air itu suci.'(Riwayat Ahmad, jua Turmudzi yang menyatkannya hasan lagi shahih). 
Dalam hadits terdapat petunjuk bahwa sunat berbuka sebelum shalat Maghrib dengan cara ini. Jika ia telah selesai shalat, barulah ia makan, kecuali bila makanan telah terhidang, mak ia hendaklah makan lebih dulu. Diterima dari Anas, bahwa Nabi saw. bersabda: "Jika makanan malam telah dihidangkan, maka makanlah dulu sebelum shalat Maghrib, janganlah makan malammu itu dikebelakangkan."

Berdo'a Ketika Berpuasa dan Berbuka
  • Diriwayatkan oleh Turmudzi dengan sanad yang hasan bahwa Nabi saw. bersabda:
    do'a bersama
    Do'a Bersama
    "Ada tiga golongan yang tidak ditolak DO'A mereka: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, kepala negara yang adil dan orang yang teraniaya."
  • Dari Ibnu Majah dari Abdullah bin 'Amar bin 'Ash bahwa Nabi saw.bersabda: Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa, di waktu ia berbuka teredia DO'A yang makbul." Dan di saat berbuka Abdullah mengucapkan dalam DO'Anya:                           "اللهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ أَنْ تَغْفِرَ لِي " ("Ya Allah aku mohon kepada-Mu - dengan rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu - agar aku engkau ampuni.")
  • Dan diterima berita yang sah bahwa Nabi saw. biasa mengucapkan :                            "ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَتِ الْعُرُوْقُ وَثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ " (Telah lenyap haus dahaga, telah basah urat-urat, dan insya Allah ditetapkan pahalanya). 
  • Dan diriwayatkan secara mursal  bahwa Nabi saw. biasa berdo'a:                                    اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ(Ya Allah karena-Mu lah aku berpuasa, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka." )Doa dengan redaksi ini diriwayatkan Abu Daud dalam Sunan-nya no. 2358 secara mursal (tidak ada perawi sahabat di atas tabi’in), dari Mu’adz bin Zuhrah. Sementara Mu’adz bin Zuhrah adalah seorang tabi’in, sehingga hadis ini mursal. Dalam ilmu hadis, hadis mursal merupakan hadis dhaif karena sanad yang terputus. 
                      ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ                          “Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Catatan Penulis:
Kendati hadits-nya dho'if, bukan berarti tidak boleh membaca DO'A ini - Pada galibnya, redaksi DO'A itu terserah yang memanjatkan - hanya saja, agar tidak menganggap bahwa redaksi DO'A tsb. berasal dari Rasul atau sunnah Rasul. wallaahu a'lam.

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas saran & kritiknya !!

Luas Lingkaran

MENGHITUNG LUAS LINGKARAN

Nilai jari-jari   = 

Terbaru

Lokasi Master of Tutorial

Anda Pengunjung ke :

Translate

Google+ Badge

Google+ Followers

Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.