IQRO' - BACALAH

Master Of Tutorial

Cari

Home » » Hadits-Hadits Tentang Perintah dan Keutamaan Berdoa

Hadits-Hadits Tentang Perintah dan Keutamaan Berdoa

 بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
doa shalat dhuha
Berdo'a. Merendahkan Diri.
Menurut bahasa do'a berasal dari kata "da'a" artinya memanggil. Sedangkan menurut istilah syara' do'a berarti "Memohon sesuatu yang bermanfaat dan memohon terbebas atau tercegah dari sesuatu yang memudharatkan.

Adapun lafadz do'a yang ada dalam Al- Qur'an bisa bermakna sebagai berikut:

1. Ibadah, (Q.S.Yunus: 106). 2. Perkataan atau Keluhan. (Q.S.Al Anbiya: 15), 3. Panggilan atau seruan.  (Q.S. Ar- Rum: 52), 4. Meminta pertolongan. (Q.S.Al- Baqarah: 23), 5. Permohonan. (Q.S.Al- Mukmin: 49).

Allah memerintahkan manusia agar berdo'a dan merendahkan diri pada-Nya, serta menjanjikan akan mengabulkan doa dan mewujudkan apa yang dipinta itu. Berikut adalah beberapa hadits mengenai perintah dan keutamaan berdo'a yang semuanya disandarkan dari Rasulullah saw.
  1. Dari Ahmad dan Ash-habus Sunan dari Nu'man bin Basyir bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Sesungguhnya berdoa itu merupakan ibadah, lalu dibacanya ayat yang artinya:"Berdoalah kamu kepada-Ku niscaya Ku kabulkan doamu itu'! Orang-orang yang menyombongkan diri  hingga tak hendak beribadah kepada-Ku sungguh mereka itu akan masuk neraka dalam keadaan hina dina!" (Q.S.Al-Mukmin: 60).
  2. Diriwayatkan oleh Abdur Razak dari Hasan: "Bahwa para sahabat Rasulullah saw. bertanya kepadanya: 'Di mana Tuhan kita itu'? Maka Allah pun menurunkan ayat yang artinya: 'Dan seandainya hamba-hamba-Ku bertanyakan Daku kepadamu, maka sesungguhnya Aku ini Mahadekat, Aku akan mengabulkan permintaan dari orang yang berdoa, jika ia berdoa kepada-Ku" (Q.S.Al-Baqarah: 186).
  3. Diriwayatkan oleh Turmudzi dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah r.a. bahwa Nabi saw. bersabda: "Tidak satu pun yang lebih dihargai oleh Allah daripada doa."
  4. Diriwayatkan Turmudzi daripadanya bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang ingin do'anya dikabulkan Allah Ta'ala dalam bahaya dan kesusahan, hendaklah ia banya berdoa dalam kesenangan!"
  5. Diriwayatkan oleh Abu Ya'la dari Anas, firman Ilahi  yang disampaiakan Nabi saw. dari Allah: "Ada empat perkara: salah satu diantaranya adalh buat-Ku , satu lagi buatmu, satu lagi antara-Ku denganmu, dan satu lagi antaramu dengan hamba-hamba-Ku. Adapun yang buat-Ku ialah bahwa kamu tidak akan memperserikatkan Daku dengan sesuatupun. Dan yang buatmu, apu juga kebaikan yang kamu lakukan, akan Kuberi balasan. Mengenai yang antara-Ku denganmu, ialah darimu berdoa sedang dari-Ku mengabulkannya. Kemudian mengenai perkara antaramu dengan hamba-hamba-Ku bahwa kamu akan menyukai buat mereka, apa yang kamu sukai buat dirimu sendiri!"
  6. Dan sahlah hadits dari Rasulullaah saw.:"Barang siapa yang tidak memohonkan kepada Allah, maka Allah akan murka kepadanya!" 
  7. Diterima dari 'Aisyah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Tidak mempan sikap berhati-hati terhadap takdir, sedang doa itu akan memberi manfaat, baik terhadap hal-hal yang telah terjadi maupun yang belum terjadi. Dan sungguh, bala atau malapetaka itu turun, lalu disambut oleh doa, maka bergulatlah keduanya sampai hari kiamat." (Diriwayatkan oleh Bazaar dan Thabrani, juga oleh Hakim yang menyatakan sanadnya sah).
  8. Diterima dari Salman al-Farisi bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Tidak dapat menolak qadha kecuali doa, dan tidak bisa menambah umur kecuali kebaikan." (Riwayat Thurmudzi yang menyatakannya sebagai hadits hasan lagi gharib).
  9. Diriwayatkan oleh Abu 'Uwanah dan Ibnu Hibban bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Jika salah seorang di antaramu berdoa, hendaklah ia menunjukkan besarnya keinginan buat memperolehnya, karena tidak satu pun yang dianggap besar oleh Allah."
                      ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ                          “Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Semoga bermanfaat.
Sumber: Fikih Sunnah 4, Sayyid Saabiq, telah diedit untuk keselarasan.
sumber : jadipintar.com 

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas saran & kritiknya !!

Luas Lingkaran

MENGHITUNG LUAS LINGKARAN

Nilai jari-jari   = 

Terbaru

Lokasi Master of Tutorial

Anda Pengunjung ke :

Translate

Google+ Badge

Google+ Followers

Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.